·
hambatan – hambatan yang dialami
Remaja
selain
menghadapi konflik dengan pihak luar ( eksternal), remaja juga menghadapi
konflik internal yang kemunculannya sebagai akibat dari penerimaan pola – pola
yang diberikan orang tua dan orang dewasa pada dirinya . Beberapa hambatan itu
antara lain :
a.
Dasar yang buruk
remaja yang tidak lancar daalm
melakukan tugas perkembangannya di amsa anak – anak berarti memiliki dasar yang
buruk untuk memasuki masa remaja dengan baik. ketidaklancaran tugas
perkembangan ini akan memberatkan tugas – tugas perkembangan selanjutnya di
masa remaja. sebagai contoh, tugas perkembangan di masa anak – anak adalah
kemampuan beradaptasi dengan teman – temannya . Tugas perkembangan di amsa anak
– anak ini akan dilanjutkan dengan kualitas yang bertambah yaitu mengembangkan
perilaku sosial yang bertanggung jawab . tugas ini akan merasa sulit jika
kemampuan adaptasi di amsa anak – anak masih belum tercapai dengan sempurna .
Dasar yang buruk membuat PR bagi remaja dalam menyelesaikan tugas
perkembangannya semakin sulit.
b.
terlalu lama dimanjakan
hambatan berikutnya adalah meberikan
kemanjaan terlalu lama saat anak – anak . Anak – anak yang dimanjakan akan
menjadi remaja yang egois, aemaunya sendiri, dan tidak peduli pada aturan –
aturan . Pemanjaan tidak mengajarkan anak – anak ruang batasan – batasan dan
kepentingan yang harus ditaati menyangkut kehidupan orang atau masyarakat di
luar dirinya. akibatnya rasa kepedulian sosialnya menjadi tumpul , padahal
kemampuan mengembangkan perilaku sosial yang bertanggung jawab menjadi tugas
penting dalam perkembangan remaja.
c.
tetap diperlakukan seperti Anak – anak
selai pemanjaan yang berkepanjangan,
memperlakukan remaja tetap seperti anak – anak akan memperlambat kematangan
remaja untuk sukses melaksanakan tugas perkembangannya . biasanya yang
melakukan ini adalah orang tua yang memiliki kekhawatiran terlalu tinggi
terhadap anaknya , sehingga memberikan perlindungan berlebihan (over protected)
. Orang tua belum percaya anaknya yang sudah remaja akan mampu mandiri ,
sehingga orang tua pun jarang atau bahkan tidak memberikan kesempatan sama
sekali bagi anak untuk mengembangkan diri dengan bertanggung jawab . Akhirnya
remaja tersebut terlambat untuk matang.
Dampak dari hal ini bisa mengarah
kepada banyak hal lain yang semakin menghambat kesuksesan tugas perkembangannya
yaitu munculnya rasa minder karena dicemooh teman – teman remaja seusianya yang
telah lebih dulu matang . Bisa – bisa remaja seperti ini akan mendapat label
sebagai “ anak mama” dari teman- temannya . Bila terjadi tentu akan menjadi
pengaruh negative bagi remaja tersebut.
d.
perubahan peran
Berlawanan denagn memperlakukan remaja
tetap seperti anak – anak , perubahan peran akibat kondisi yang datang tiba –
tiba pun dapat menjadi penghambat kesuksessan tugas perkembangan . Perubahan
peran tersebut contohnya adaa;lh karena orang tua meninggal dunia atau karena
putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi , maka remaja tiba – tiba harus
mengubah peran dirinya menjadi pengganti orang tua yang harus bekerja mencari
nafkah. perubahan peran ini sebenarnya bisa berdampak positif bagi remaja
karena justru cepat mencapai kematangan, namun bila keadaannya terlalu ceapt,
maka remaja kurang siap dan perubahan peran yang tiba – tiba pun dapat merampas
sebagian masa remajanya . Waktu untuk bersosialisasi dan beradaptasi menjadi
kurang karena terkuras untuk mencari nafkah.
Hal yang
terjadi pada remaja – remaja yang sejak kecil sudah menjalani profesi – profesi
yang membutuhkan banyak konsentrasi sehingga kurang memberikan waktu untuk
bersosialisasi . seperti misalnya anak – anak atau renaja yang berprofesi
sebagai atlet oahraga dan artis. Remaja tersebut mau tidak mau – karena
tuntutan profesi – harus rela melepas masa anak – anak dan remajanya untuk
berfokus pada profesinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar