MENDALAMI MASA
REMAJA
Seperti yang kita ketahui bahwa masa remaja adalah masa
peralihan dari masa anak- anak menuju masa dewasa. maka akan dapat dipahami
bahwa masa remaja memiliki kompleksitas masalah yang tak mudah di selesaikan
oleh orang dewasa. kompleksitas itu muncul dari adanya gejolak dan tekanan dari
internal pribadi remaja tersebut dan tekanan eksteral berupa tuntutab dari
lingkungan sosial yang meminta perubahan adaptasi remaja dengan segera .
a.
Arti Bahasa
kata Remaja berasaldari terjemahan
bahasa inggris adolescence dan bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh atau
tumbuh menjadi dewasa. Dalam kamus Umum Bahasa Indonesia kata remaja memiliki 3
arti yakni : “ mulai dewasa “ , “ sudah sampai umur untuk kawin “ , dan” masa
muda”.
Pada Zaman dulu
masa remaja sebagai salah satu tahapan perkembangan manusia belum begitu
dikenal. remaja sudah dianggap sebagai masa dewasa karena sudah mencapai
kematangan seksual dan mampu melakukan reproduksi . pandangan seperti ini masih
terbawa pada beberapa decade terakhir , terutama di masyarakat tradisional
dimana sering kita jumpai remaja melakukan pernikahan saat usianya baru lima
belas tahun atau enam belas tahun.
sekarang di zaman
modern ini remaja memiliki arti yang lebih luas lagi , yakni suatu masa yang
sedang mencapai kematangan mental , emosional , sosial dan fisik . Piaget, seorang tokoh
pendidikan dan perkembangan menyatakan pandangannya tentang masa remaja :
” Masa Remaja adalah
usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak
tidak lagi merasa di bawah tingkat orang – orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama,
sekurang – kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat ( DEWASA)
mempunyai banyak aspek efektif , kurang lebih berhubungan dengan masa puber,
termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. “
b.
Ciri –ciri Masa Remaja
sebagai sebuah bagian dan tahapan perkembanganmanusia , masa
remaja memiliki cirri – ciri yang khas yang membedakannya dengan masa – masa
sebelum atau masa sesudahnya. Hurlock menerangkan cirri – cirri masa remaja itu antara lain :
1.
Masa REmaja SEbagai Periode
Yang Penting
pada
prinsipnya , semua tahapan perkembangan yang dilalui manusia adalah penting .
Namun derajat kepentingan antara masing – masing tahapan itulah yang tidak
sama. Ada tahapan perkembangan yang lebih penting . Masa remaja boleh dikatakan
periode yang lebih penting dari masa
akhir anak – anak karena perubahan yang terjadi pada masa remaja ini lebih
banyak mempengaruhi sikap dan perilaku remaja secara langsung dan cepat
dibandingkan dengan masa akhir anak – anak .
kemampuan adaptasi dan rintangan –
rintangan yang di hadapi remaja untuk segera memahami persoalan dirinya ini
menjadi dinamika yang unik dan berliku . Hal inilah yang menjadikan masa remaja
sebagai periode yang penting tapi juga periode yang penuh kenangan yang tak
mungkin terluakan bukan ?
2.
Masa Remaja sebagai periode
Peralihan
yang
dimaksud peralihan adalah perpindahan dari satu masa sebelumnya ke amsa
berikutnya. Masa Remaja berarti meninggalkan masa anak – anak dan bersiap –
siap memasuki a,sa dewasa. peralihan ini menimbulkan suasana ketidak jelasan
dan keraguan , baik dalam pribadi remaja sendiri , maupun orang – orang dewasa
yang memandang remaja dari luar .
ketidak jelasan itu terwujud dalam bentuk
masih bercampunya masa anak – anak dalam diri seorang remaja dan mulai
tumbuhnya sikap orang dewasa meskipun baru samar – samar . karena itu ungkapan “ remaja adalah anak – anak yang sudah
kelewat besar dan orang dewasa yang masih kekecilan “ adalah ungkapan yang
sering dikemukakan untu menggambarka periode peralihan ini . sebagai Remaja
apakah kamu mengakui dan menyetujui ungkapan ini ?
3.
Masa REmaja sebagai Masa
Perubahan
jika masa
bayi adalah periode terjadinya perubahan yang radikal dengan titikberat pada
perubahan fisik, maka masa remaja ada;ah
periode perubahan yang merata dan sama beratnya. artinya perubahan yang terjadi
secara fisik diiringi dengan perubahan mental , sikap dan perilaku . Ada Empat
perubahan yang hampir bersifat universal :
a.
perubahan emosi
remaja
menjadi lebih sensitive dan emosional dibandingkan dengan anak – anak . Rasa
sensitif dan emosional ini bisa langsung
tampak dalam perilaku. dan ada juga yang hanya dipendam sendiri . Masalah –
masalah yang sepeleyang pada amasa anak – anak jarang menjadi masalah kini bisa
menjadi bibit konflik dan perselilsihan .
b.
perubahan tubuh, minat , dan
peran
perubahan
tubuh terjadi pada awal remaja , tepatnya saat puber , yakni ketika terjadi
kematangn fisik yang menandai kemampuan reproduksi. perubhan ini cukup
mengagetkan dan menyulitkan remaj, khususnya di masa awal remaja. perubahan ini
pula yang kemudian mengubah minat da peran yang ingindikerjakan oleh remaja.
dulu saat anak – anak , masalah tentang pekerjaan, masa depan , dan cita – cita
dengan mudah diucapkan . kini cita – cita itu harus di daur ulang lagi oleh
remaja berkenaan dengan perubahan fisik yang ia alami dan adanya tuntutan pera dari lingkungan
sekitarnya, termasuk yang paling penting disisni adalah orang tua.
c.
perubahan NIlai – nilai
seiring
dengan perubahan minat dan peran , berubah pua nilai – nilai yang sebelumnya
dipercaya pada masa anak – anak . Dulu pada masa anak – anak , pergaulan atau
memiliki banyak teman adalah sangat penting . kini di masa remaja , penilaian
itu sedikit berubah , bukan pada jumlah teman yang dimiliki tapi sejauh mana
teman atau pergaulan itu memberikan konntribusi yang berarti pada dirinya.
d.
Ambivalensi
Ambivalensi
adalah sikap yang mendua atau mau – mau juga tidak mau. di satu sisi remaja
banyak memiliki tuntutan , tapi di sisi lain rasa takut akan akibatnya itu juga
besar. sebagai contoh : remaja banyak
meminta kebebasan tapi sering takut untuk dimintai pertanggungjawaban atas
kebebasan yang sudah diberikan . sikap mendua ini lah yang menjadi persoalan
konflik internal yang cukup pelik bagi
remaja .
4.
Masa REmaja sebagai Usia
Bermasalah
dengan
adanya masa peralihan dan perubahan seperti yang telah diuraikan sebelumnya ,
maka tak aneh bila masa remaja disebut sebagai usia bermasalah yang sulit
diatasi . kesulitan itu disebabkan karena 2 hal . pertama , karena dimasa anak
– anak dulu remaja – karena tradisi dan kebebasan – sudah terbias bila
masalahnya diselesaikan oleh guru dan orang dewasa. sehingga saat remaja ingin
menyelesaikan sendiri tidak mempunyai pengalaman dan keberanian. kedua , karena
remaja kini merasa sudah mandiri sehingga menolak campur tangan orang dewasa
untuk membantu masalahnya .kedua hal inilah yang menyebabkan masalah demi
masalah datang silih berganti .
5.
Masa Remaja SEbagai masa
mencari Identitas
dikatakan
seperti itu karena remaja ingin melepaskan diri dari bayang – bayang orang tua
dan orang dewasa yang selama ini dianggap teah melindungi dan melakuikan campur
tangan terlalu jauh terhadap kehidupan pribadinya . Dalam pencarian identitas
ini , remaja akan menyeleksi figure –n figure idola yang telah dianggap
mewakili semua yang menjadi impiannya. figure – figure itu bisa datang dar
bidang apa saja , artis film , bintang olahraga, tokoh politik ,aktivis
kemanusiaan , dan lain sebagainya . gamar atau foto idolanya pun terpampang di
dinding kamar mereka , di buku harian atau bahkan di dompet yang selalu
dibawanya kemana – mana.
selain pencarian figure , remaja juga
melakukan upaya pencarian identitas dirinya dengan ikut dalam kelompok –
kelompok yang biasa disebut geng
. remaja merasakan eksistensinya dihargai dalam kelompok tersebut karena
persamaan – persamaan pandngan nilai yang dianut dalam kelompok .kelemahan
pribadinya sebagai individu dapat ditutupi dantara sesama dengan sikap
solidaritas antar sesame anggota . akhirnya kepribadian melebur bersama
karakter kelompok , cita- cita dan pandangan hidupnya disesuaikan dengan cita –
cita dan pandangan kelompok . seluruh perlaku sampai cara berpakaian
diidentikan dengan karakter kelompok. kemudian tinggal bagaimana kelompok itu
berjalan kemudian , apakah mengarah kepada hal yang positif atau kah negative .
Rasa solidaritas dalam kelompokm salngat tinggi melebihi perhatian remaja pada
kepentingan pribadinya. kasus tawuran atau perkelahian antar geng berangkat
dari kondisi seperti ini .
yangmenjaikendala lagi kondisi lingkungan
dan pola asuh dikeluarga Indonesia sejak dulu
kurang menekankan pada pengembangan keunggulan dan keberanian pribadi ,
akibatnya orang cenderung lebih bersemangat untuk berkelompok. cobakita lihat
bagaimana seseorang yang kelihatannya kalem dan pendiam tiba- tiba bisa menjadi
demikian beringas saat terlibat
[erkelahian kelompok , seperti tawuran dan baku hantam antarsuporter sepak bola
di tanah air. semangat berkelompok ini pun tampak dalam pembentukan satgas ,
organisasi kedaerahan , dan perkumpulan semacamnya.
6.
Masa Remaja sebagai Usia
yang menimbulkan ketakutan
yang
dimaksud usia yang menimbulkan ketakutan adalah adanya stereotip (
penyamarataan )m yang berlaku di masyarakat bahwa remaja adalah masa yang penuh
masalah dan kenegatifan sehingga menimbulkan ketakutan dikalangan orang dewasa
untuk dapat mengatasi masalah remaja . stereotip ini terus terwujud karena hal
– hal negative yang dilakukan remaja selalu dibicarakan di hampir semua media melebihi
hal – hal positif . ketidak seimbangan ini pula yang secara tidak disadari juga
membentuk pemahaman di alam bawah sadar remaja sendiri bhwa mereka memang
pribadi yang penuh dengan masalah . pemahaman seperti ini pula yang kemudian
juga ikut menimbulkan rasa ketakutan remaja terhadap dirinya sendiri .
hal semacam ini sesuai dengan ilmu
komunikasi yang menyatakan bahwa sesuatu yang terusmenerus disampaikan berulang
– ulang akan menjadi fakta yang dibenarkan oleh orang – orang yang sering
mendengarnya . bahkan sebuah kebohongan yang selalu dikatakan sebagai
kebenaranpun akan dipercaya dlam kurun waktu tertentu bahwa kebohongan tersebut
memang benar adanya.
7.
Masa REmaja sebagai masa
yang tidak Realistik
maksudnya
adalah bahwa remaja cenderung melihat segala sesuatu sesuai dengan apa yang ia
inginkan , tidak sebagaimana adanya . remaja imgin orangtuanya , sahabatya ,
gurunya, pacarnya, dan semua yang berhubungan dengan dirinya berjalan sesuai
dengan apa yang ia inginkan . akibatnya manakalaapa yang diinginkan tak sesuai
denga kenyataan atau malah menjadi terbalik ,
ia pun mudah kecewa dan terbawa emosi . REspon remaja saat
menghadapi kenyataan yang tidak sesuai
dengan apa yang diinginkan inilah yang menambah interventarisasi masalah dari
sekian banyak permasalahan tentang remaja .
Respon itu bisa berupa emosi, frustasi atau
putus asa yang pada akhirnya menumbuhkan perilaku – perilaku negative lainnya
seperti narkoba , dan seks bebas . Narkoba dan seks bebas menjadi tempat
pelarian bagi remaja untuk menyalurkan sumbatan – sumbatan emosi yang timbul
akibat adanya kesenjangan antara keinginan dan kenyataan yang mereka temui .
Narkoba dan seks bebas dianggap sebagai saluran emosi ( katarsis ) yang paling
instan dan praktis .
8.
Masa Remaja sebagai Ambang
Masa Dewasa
Ambang masa
dewasa adalah batas – batas antara masa remaja dan masa dewasa . Batas – batas
samar yang menjembatani peralihan dua masa yag berbeda semakin memaksa untuk
segera mengidentikan diri sebagai orang yang benar – benar siap menjadi dewasa.
berbagai perubahan pun diupayakan demi memenuhi penerimaan orang lain bahwa
remaja sekarang telah pantas menjadi orang dewasa , antara lain dengan mengubah
cara berpakaian lebih modis dan trendi , mencoba merokok bagi laki – laki ,
atau bahkan mencoba minuman keras . meskipun semua itu sudah dilakukan , remaja
tetap saja merasa kurang atau belum pantas di sebut orang dewasa . ia pun akan
melakukan apa saja agar citra atau image dirinya menunjukan bahwa ia adalh
orang yang telah siap dewasa .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar