Rabu, 20 Agustus 2014

Mendalami masa Remaja part 1


MENDALAMI MASA REMAJA
          Seperti yang kita ketahui bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak- anak menuju masa dewasa. maka akan dapat dipahami bahwa masa remaja memiliki kompleksitas masalah yang tak mudah di selesaikan oleh orang dewasa. kompleksitas itu muncul dari adanya gejolak dan tekanan dari internal pribadi remaja tersebut dan tekanan eksteral berupa tuntutab dari lingkungan sosial yang meminta perubahan adaptasi remaja dengan segera .
a.  Arti Bahasa
kata Remaja berasaldari terjemahan bahasa inggris adolescence  dan bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Dalam kamus Umum Bahasa Indonesia kata remaja memiliki 3 arti yakni : “ mulai dewasa “ , “ sudah sampai umur untuk kawin “ , dan” masa muda”.
          Pada Zaman dulu masa remaja sebagai salah satu tahapan perkembangan manusia belum begitu dikenal. remaja sudah dianggap sebagai masa dewasa karena sudah mencapai kematangan seksual dan mampu melakukan reproduksi . pandangan seperti ini masih terbawa pada beberapa decade terakhir , terutama di masyarakat tradisional dimana sering kita jumpai remaja melakukan pernikahan saat usianya baru lima belas tahun atau enam belas tahun.
          sekarang di zaman modern ini remaja memiliki arti yang lebih luas lagi , yakni suatu masa yang sedang mencapai kematangan mental , emosional , sosial dan fisik . Piaget, seorang tokoh pendidikan dan perkembangan menyatakan pandangannya tentang masa remaja :
” Masa Remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang – orang yang lebih tua  melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang – kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat ( DEWASA) mempunyai banyak aspek efektif , kurang lebih berhubungan dengan masa puber, termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. “
b.   Ciri –ciri Masa Remaja
sebagai sebuah bagian dan tahapan perkembanganmanusia , masa remaja memiliki cirri – ciri yang khas yang membedakannya dengan masa – masa sebelum atau masa sesudahnya. Hurlock  menerangkan cirri – cirri masa remaja itu antara lain :
1.   Masa REmaja SEbagai Periode Yang Penting
pada prinsipnya , semua tahapan perkembangan yang dilalui manusia adalah penting . Namun derajat kepentingan antara masing – masing tahapan itulah yang tidak sama. Ada tahapan perkembangan yang lebih penting . Masa remaja boleh dikatakan periode yang lebih penting  dari masa akhir anak – anak karena perubahan yang terjadi pada masa remaja ini lebih banyak mempengaruhi sikap dan perilaku remaja secara langsung dan cepat dibandingkan dengan masa akhir anak – anak .
     kemampuan adaptasi dan rintangan – rintangan yang di hadapi remaja untuk segera memahami persoalan dirinya ini menjadi dinamika yang unik dan berliku . Hal inilah yang menjadikan masa remaja sebagai periode yang penting tapi juga periode yang penuh kenangan yang tak mungkin terluakan bukan ?
2.   Masa Remaja sebagai periode Peralihan
yang dimaksud peralihan adalah perpindahan dari satu masa sebelumnya ke amsa berikutnya. Masa Remaja berarti meninggalkan masa anak – anak dan bersiap – siap memasuki a,sa dewasa. peralihan ini menimbulkan suasana ketidak jelasan dan keraguan , baik dalam pribadi remaja sendiri , maupun orang – orang dewasa yang memandang remaja dari luar .
     ketidak jelasan itu terwujud dalam bentuk masih bercampunya masa anak – anak dalam diri seorang remaja dan mulai tumbuhnya sikap orang dewasa meskipun baru samar – samar . karena itu ungkapan  “ remaja adalah anak – anak yang sudah kelewat besar dan orang dewasa yang masih kekecilan “ adalah ungkapan yang sering dikemukakan untu menggambarka periode peralihan ini . sebagai Remaja apakah kamu mengakui dan menyetujui ungkapan ini ?
3.   Masa REmaja sebagai Masa Perubahan
jika masa bayi adalah periode terjadinya perubahan yang radikal dengan titikberat pada perubahan fisik, maka  masa remaja ada;ah periode perubahan yang merata dan sama beratnya. artinya perubahan yang terjadi secara fisik diiringi dengan perubahan mental , sikap dan perilaku . Ada Empat perubahan yang hampir bersifat universal :
a.  perubahan emosi
remaja menjadi lebih sensitive dan emosional dibandingkan dengan anak – anak . Rasa sensitif dan emosional  ini bisa langsung tampak dalam perilaku. dan ada juga yang hanya dipendam sendiri . Masalah – masalah yang sepeleyang pada amasa anak – anak jarang menjadi masalah kini bisa menjadi bibit konflik dan perselilsihan .
b.   perubahan tubuh, minat , dan peran
perubahan tubuh terjadi pada awal remaja , tepatnya saat puber , yakni ketika terjadi kematangn fisik yang menandai kemampuan reproduksi. perubhan ini cukup mengagetkan dan menyulitkan remaj, khususnya di masa awal remaja. perubahan ini pula yang kemudian mengubah minat da peran yang ingindikerjakan oleh remaja. dulu saat anak – anak , masalah tentang pekerjaan, masa depan , dan cita – cita dengan mudah diucapkan . kini cita – cita itu harus di daur ulang lagi oleh remaja berkenaan dengan perubahan fisik yang ia alami  dan adanya tuntutan pera dari lingkungan sekitarnya, termasuk yang paling penting disisni adalah orang tua.
c.   perubahan NIlai – nilai
seiring dengan perubahan minat dan peran , berubah pua nilai – nilai yang sebelumnya dipercaya pada masa anak – anak . Dulu pada masa anak – anak , pergaulan atau memiliki banyak teman adalah sangat penting . kini di masa remaja , penilaian itu sedikit berubah , bukan pada jumlah teman yang dimiliki tapi sejauh mana teman atau pergaulan itu memberikan konntribusi yang berarti pada dirinya.
d.  Ambivalensi
Ambivalensi adalah sikap yang mendua atau mau – mau juga tidak mau. di satu sisi remaja banyak memiliki tuntutan , tapi di sisi lain rasa takut akan akibatnya itu juga besar. sebagai contoh :  remaja banyak meminta kebebasan tapi sering takut untuk dimintai pertanggungjawaban atas kebebasan yang sudah diberikan . sikap mendua ini lah yang menjadi persoalan konflik  internal yang cukup pelik bagi remaja .
4.  Masa REmaja sebagai Usia Bermasalah
dengan adanya masa peralihan dan perubahan seperti yang telah diuraikan sebelumnya , maka tak aneh bila masa remaja disebut sebagai usia bermasalah yang sulit diatasi . kesulitan itu disebabkan karena 2 hal . pertama , karena dimasa anak – anak dulu remaja – karena tradisi dan kebebasan – sudah terbias bila masalahnya diselesaikan oleh guru dan orang dewasa. sehingga saat remaja ingin menyelesaikan sendiri tidak mempunyai pengalaman dan keberanian. kedua , karena remaja kini merasa sudah mandiri sehingga menolak campur tangan orang dewasa untuk membantu masalahnya .kedua hal inilah yang menyebabkan masalah demi masalah datang silih berganti .
5.   Masa Remaja SEbagai masa mencari Identitas
dikatakan seperti itu karena remaja ingin melepaskan diri dari bayang – bayang orang tua dan orang dewasa yang selama ini dianggap teah melindungi dan melakuikan campur tangan terlalu jauh terhadap kehidupan pribadinya . Dalam pencarian identitas ini , remaja akan menyeleksi figure –n figure idola yang telah dianggap mewakili semua yang menjadi impiannya. figure – figure itu bisa datang dar bidang apa saja , artis film , bintang olahraga, tokoh politik ,aktivis kemanusiaan , dan lain sebagainya . gamar atau foto idolanya pun terpampang di dinding kamar mereka , di buku harian atau bahkan di dompet yang selalu dibawanya kemana – mana.
     selain pencarian figure , remaja juga melakukan upaya pencarian identitas dirinya dengan ikut dalam kelompok – kelompok yang biasa disebut geng . remaja merasakan eksistensinya dihargai dalam kelompok tersebut karena persamaan – persamaan pandngan nilai yang dianut dalam kelompok .kelemahan pribadinya sebagai individu dapat ditutupi dantara sesama dengan sikap solidaritas antar sesame anggota . akhirnya kepribadian melebur bersama karakter kelompok , cita- cita dan pandangan hidupnya disesuaikan dengan cita – cita dan pandangan kelompok . seluruh perlaku sampai cara berpakaian diidentikan dengan karakter kelompok. kemudian tinggal bagaimana kelompok itu berjalan kemudian , apakah mengarah kepada hal yang positif atau kah negative . Rasa solidaritas dalam kelompokm salngat tinggi melebihi perhatian remaja pada kepentingan pribadinya. kasus tawuran atau perkelahian antar geng berangkat dari kondisi seperti ini .
     yangmenjaikendala lagi kondisi lingkungan dan pola asuh dikeluarga Indonesia sejak dulu  kurang menekankan pada pengembangan keunggulan dan keberanian pribadi , akibatnya orang cenderung lebih bersemangat untuk berkelompok. cobakita lihat bagaimana seseorang yang kelihatannya kalem dan pendiam tiba- tiba bisa menjadi demikian  beringas saat terlibat [erkelahian kelompok , seperti tawuran dan baku hantam antarsuporter sepak bola di tanah air. semangat berkelompok ini pun tampak dalam pembentukan satgas , organisasi kedaerahan , dan perkumpulan semacamnya.
6.   Masa Remaja sebagai Usia yang menimbulkan ketakutan
yang dimaksud usia yang menimbulkan ketakutan adalah adanya stereotip ( penyamarataan )m yang berlaku di masyarakat bahwa remaja adalah masa yang penuh masalah dan kenegatifan sehingga menimbulkan ketakutan dikalangan orang dewasa untuk dapat mengatasi masalah remaja . stereotip ini terus terwujud karena hal – hal negative yang dilakukan remaja selalu dibicarakan di hampir semua media melebihi hal – hal positif . ketidak seimbangan ini pula yang secara tidak disadari juga membentuk pemahaman di alam bawah sadar remaja sendiri bhwa mereka memang pribadi yang penuh dengan masalah . pemahaman seperti ini pula yang kemudian juga ikut menimbulkan rasa ketakutan remaja terhadap dirinya sendiri .
     hal semacam ini sesuai dengan ilmu komunikasi yang menyatakan bahwa sesuatu yang terusmenerus disampaikan berulang – ulang akan menjadi fakta yang dibenarkan oleh orang – orang yang sering mendengarnya . bahkan sebuah kebohongan yang selalu dikatakan sebagai kebenaranpun akan dipercaya dlam kurun waktu tertentu bahwa kebohongan tersebut memang benar adanya.
7.   Masa REmaja sebagai masa yang tidak Realistik
maksudnya adalah bahwa remaja cenderung melihat segala sesuatu sesuai dengan apa yang ia inginkan , tidak sebagaimana adanya . remaja imgin orangtuanya , sahabatya , gurunya, pacarnya, dan semua yang berhubungan dengan dirinya berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan . akibatnya manakalaapa yang diinginkan tak sesuai denga kenyataan atau malah menjadi terbalik ,  ia pun mudah kecewa dan terbawa emosi . REspon remaja saat menghadapi  kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan inilah yang menambah interventarisasi masalah dari sekian banyak permasalahan tentang remaja .
     Respon itu bisa berupa emosi, frustasi atau putus asa yang pada akhirnya menumbuhkan perilaku – perilaku negative lainnya seperti narkoba , dan seks bebas . Narkoba dan seks bebas menjadi tempat pelarian bagi remaja untuk menyalurkan sumbatan – sumbatan emosi yang timbul akibat adanya kesenjangan antara keinginan dan kenyataan yang mereka temui . Narkoba dan seks bebas dianggap sebagai saluran emosi ( katarsis ) yang paling instan dan praktis .
8.   Masa Remaja sebagai Ambang Masa Dewasa
Ambang masa dewasa adalah batas – batas antara masa remaja dan masa dewasa . Batas – batas samar yang menjembatani peralihan dua masa yag berbeda semakin memaksa untuk segera mengidentikan diri sebagai orang yang benar – benar siap menjadi dewasa. berbagai perubahan pun diupayakan demi memenuhi penerimaan orang lain bahwa remaja sekarang telah pantas menjadi orang dewasa , antara lain dengan mengubah cara berpakaian lebih modis dan trendi , mencoba merokok bagi laki – laki , atau bahkan mencoba minuman keras . meskipun semua itu sudah dilakukan , remaja tetap saja merasa kurang atau belum pantas di sebut orang dewasa . ia pun akan melakukan apa saja agar citra atau image dirinya menunjukan bahwa ia adalh orang yang telah siap dewasa .

MENDALAMI MASA REMAJA PART 3

MENDALAMI MASA REMAJA
1.    Konflik – konflik  yang di sering dialami Remaja
Dalam melaksanakan tugas perkembangannya , tidak semua remaja sukses dan lancar menyelesaikannya hingga tuntas . ada saja hambatan – hambatan yang menghalangi remaja menjalankan tugas perkembangan hingga mencapai kematangan . Hambatan itu diantaranya adalah munculnya konflik yang bersifata internal yang berkecamuk di dalam pribadi remaja itu sendiri , maupun konflik eksternal dengan pihak lain seperti keluarga, guru , teman sebaya atau dengan orang dewasa lainnya .
A. konflik dengan keluarga
konflik dengan keluarga mungkin konflik umum yang sering terjadi pada remaja . beberapa penyebabnya adalah :
1.    perbedaan standar perilaku
konflik muncul saat remaja beranggapan bahwa standar perilaku yang ditetapkan oleh kedua orang tuanya saat ini sudah tidak relevan lagi dengan standar perilaku dirinya . standar perilaku itu bisa berbentuk oenentuan jam belajar , bagaimana memilih teman , cara berpakaian , samapai pada music yang didengar. “Mama sudah kuno”, “papa ketinggalan jaman “, adalah kata yang sering terlontar dari mulut remaja . itu adalah gambaran dari perbedaan standar perilaku tersebut .
          konflik itu semakin meruncing bila orang tua juga kurang bijaksana dalam memahami perubahan yang terjadi .Bahwa jaman sekarang sudah berbeda dengan jaman orang tua dulu waktu masih muda. pemaksaan perilaku yang diterapkan orang tua akan diterima dengan defensive oleh remaja .
2.    Metode Disiplin
penerapan metode disiplin adalah bagian dari standar perilaku yang diterapkan orang tua pada remaja . secara umum , metode disiplin yang biasa dijalankan para orang tua terbagi menjadi 3 pola yaitu : otoriter (keras), Permisif (lemah), dan demokratis yang memiliki banyak pilihan . Dari ketiga pola ini demokratis adalah pilihan yang terbaik karena memberikan banyak pilihan dan alternative kebijakan pada remaja maupun orang tua. demokratis tetap memberikan aturan walau juga menyediakan ruangan toleransi dengan alasan – alasan jelas dan bertanggung jawab . poladisiplin demokratis mendidik remaja menjadi lebih bertanggung jawab dan berani menerima resiko. Walau demikian , bukan berarti pola permisif dan otoriter tidak diperlukan . keduanya diperlukan tatkala waktu dan kondisinya memang membutuhkan . ada remaja yang pada waktu – waktu tertentu perlu dididik secara permisif . pada prinsipnya , penerapan pola disiplin ini sebaiknya disesuaikan dengan karakter remaja .
          konflik muncul jika penerapan suatu metode tidak sesuai dengan apa yang di inginkan remaja . Remaja menginginkan kebebasan , sebaliknya orang tua masih menganggap remajanya ini masih seperti anak kecil yang harus selalu dilindungi . bila dua kepentingan ini dari remaja dan orang tua tidak bertemu , maka remaja pun akan melakukan pemberontakan , secara langsung ataupun diam – diam , kembali kepada karakter remajanya . berdialog dan lesediaan orang tua untuk mendengarkan harapan anaknya yang sedang remaja adalah solusi yang terbaik untuk menyelesaikan konflik ini. SEbaliknya, sebagai remaja kamu juga perlu belajar untuk tidak memaksakan kehendak serta biasakan untuk berfikir mencari cara bagaimana membuka dialog dengan orang tua.
3.    Pemberia hukuman yang kurang proporsional
pada remaja yang  keluarganya menerapkan pola asuh otoriter , ketegasan dan kekerasan menjadi cirri utamanya . Tak jarang pemberian hukuman pun dilakukan sebagai upaya member efek jera padakesalahan dan pelanggaran disiplin dalam aturan keluarga. Bagi remaja , penerapan hukuman yang diterimanya di masa anak – anak dulu sudah tidak prosporsional lagi untuk dirinya saat ini . Remaja merasa sudah bukan anak – anak lagi sehingga pemberian hukuman tak pantas ia terima, walaupun dirinya melanggar peraturan keluarga. prostes atas hukuman yang di terima anak dari orang tuanya, akan memunculkan konflik antara anak dengan orang tuanya .
B.  Konflik dengan sodara Kandung
ketika anak – anak , mungkin kamu sering bertengkar dengan kakak atau adik mu . Pertengkaran itu berawal Dari hal – hal yang sepele seperti rebutan mainan atau karena diusili oleh kakak atau adik . kini di saat remaja, pertengkaran itu bisa kembali berlanjut dengan skala dan bentuk yang berbeda. kamu bisa bertengkar dengan kakk atau adik mu karena merasa diperlakukan tidak adil . Kamu merasa bahwa orangtuamu lebih sayang dan lebih perhatian pada kakak dan adik mu daripada dirimu. atau seperti pada saat pertengkaran muncul karena memperebutkan fasilitas yang ada seperti motor, computer, atau mobil.
     Hampir sama dengan cara menghadapi konflik dengan orang tua , kamu perlu belajar menahan diri menghadapi konflik ini . perasaan mendapat perlakuan yang berbeda dari orang tua perlu diteliti lebih dalam lagi apakah itu obyaktif atau sekedar rasa iri saja, karena bagaimanapun orang tua pasti akan selalu sayang pada semua anaknya tanpa membeda – bedakan . selanjutnya , kamu juga perlu melakukan dialog yang terbuka dan hangat dengan kakak atau adikmu . yakinlah bahwa ikatan persaudaraan kandung kalian jauh lebih penting dari konflik – konflik yang muncul diantara kalian . konflik akan mudah terselesaikan bial kalian mengingat persamaan ini, sebagai sesame saudara kandung yang mempunyai tugas sama ,yaitu membina keharmonisan keluarga.
C.   merasa menjadi Korban
pergaulan sosial lebih sering menuntut remaja untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan dimana dan dengan siapa ia bergaul . kecenderungan remaj akan memilih lingkungan dengan tingkat sosial ekonomi yang lebih tinggi atau paling tidak setara dengan tingkat sosial ekonomi keluarganya. hal ini mengakibatkan timbulnya perasaan bahwa dirinya pun harus memiliki fasilitas – fasilitas  yang setara dengan temannya. BIla temannya ada yang mempunayi motor , pakaian bagus, alat musik atau bahkan mobil – meskipun milik orang tuanya -  maka ia pun ingin memilikinya .
     keinginan ini mungkin tidak terlalu bermasalah bagi remaja yang berasal dari keluarga mampu, namun bagi remaja yang kurang mampu, remaja itu mearsa menjadi korban dari ketidakmampuan orang tua nya. Bila remaja tersebut merasa bahwa keinginannya harus terpenuhi, maka besar kemungkinan ia akan banyak meminta (merengek) kepada orang tuanya. Permintaan inilah yang akhirnya akan menimbulkan konflik dan pertentangan baru antara orang tua dan remaja.







 











MENDALAMI MASA REMAJA PART 2


MENDALAMI MASA REMAJA (PART 2)
A. TUGAS PERKEMBANGAN  MASA REMAJA
TUgas perkembangan adalah pekerjaan atau perilaku yang harus dilakukan oleh seorang remaja selama berada dalam masa remajanya. tugas perkembangan ada pada setiap tahapan perkembangan .
sebagai contoh, tugas perkembangan  di masa anak – anak diantaranya adalah kemampuan membina hubungan emosi yang baik dengan orang tua. tugas ini harus dilakukan oleh sang anak , sebelum memasuki masa pubertas  . si anak harus telah mampu membina hubungann emosi yang baik dengan orang tua serta mampu mengutarakan apa yang ia inginkan termasuk kekecewaannya . bila tidak selesai atau terganggu , maka tugas perkembangan ini akan mengganggu tugas perkembangan berikutnya dimasa pubertas dan masa remaja, bahkan hingga usia lanjut sekalipun . tugas perkembangan tak ubahnya seperti organisme hidup yang harus segera dipenuhi secara tuntas pada tahap perkembagan  yang seharusnya . ketidak tuntasan suatu tugas perkembangan pad a  satu tahap periode perkembangan akan berakibat pada tidak maksimalnya tugas perkembangan berikutnya , dan tugas itu bisa muncul kembali kapan saja, bisa dengan tiba – tiba atau juga lama sekali pada tahap perkembangan yang tidak bisa ditentukan .
tugas – tugas perkembangan masa remaja diantaranya adalah :
a.  menerima keadaan fisik
keadaan fisik yang dimiliki  remaja hampir sebagian besar tidak sesuai dengan harapan mereka . kecuali beberapa remaja yang memang menjalankan disiplin diri dalam menjaga bentuk n dan keadaan fisiknya. warna kulit yang menghitam padahal ingin kulit cerah yang putih, wajah yang brjerawat di saat menginginkan kulit yang mulus seperti bintang film. postur tubuh yang gemuk  attkala mendambakan tubuh yang atletis agar menarik perhatian orang lain, adalah beberapa kenyataan yang sering dihadapi remaja jika membahas tentang keadaan fisikmereka.
        sebagai remaja kamu harus belajar menerima keadaan fisik yang kamu miliki saat ini , terlepas apakah keadaan fisik tersebut sesuain atau tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan . dengan mennerima keadaan fisik, maka kamu akan dengan mudah mengefektifkan keadaan fisik kamu untuk mengerjakan tugas perkembangan dan pekerjaan lainnya sebagai seorang remaja.
        jika sekarang kamu menemukan banyak hal dari keadaan fisik kamu yang berubah dan tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan . pahamilah bahwa perubahan itu merupakan sesuatu yang alami karena bertambahnya usia kamu , dari masa anak –anak kemarin sore menuju remaja sekarang . apa yang kamu anggap sebagai kekurangan fisik ,seperti muka yang berjerawat , tubuh pendek , atau badan gemuk , sebenarnya tidak terlalu bermasalah di mata orang lain . orang lain melihat bentuk fisik kita pada kesan pertamanya saja, selanjutnya merekalebih menilai kita pada kemampuan dan kualitas diri kita.
        bila kamu belum bisa menerima keadaan fisik kamu, maka itu akan menjadi ganjalan yang kemungkinan besar akan mengganggu kegiatan – kegiatan kamu yang lain . dan , seperti halnya ganjalan yang menghambat langkah , kamu pun akan sulit untuk focus dan konsentrasi pada apa yang kamu ingin capai .
b.   Menikmati  kemandirian Emosi Dari Orang tuanya
yang dimaksud dengan kemandirian emosi dari orrang tua adalah kemampuan untuk bisa mandiri mengendalikan emosi tanpa campur tangan orang tua . kamu bisa menyemangati diri kamu sendiri , menahan rasa marah , serta mengeluarkan unek – unek dengan cara yang santun tanpa bergantung pada perhatian dari orang tua kamu . kamu bisa merasa nyaman di rumah mu sendiri dengan orang tuamu karena menguasai sepenuhnya emosimu . orang tua menjadi sahabat dan teman diskusi kamu yang baik karena kamu telah diberi kepercayaan untuk bisa mandiri dan menggunakan kepercayaan itu dengan penuh tanggung jawab .
        akan mudah ditebak , bila dengan orang tua di rumah kamu tidak bisa menikmati kemandirian emosi, maka kamu akan mencarinya di luar rumah dalam bentuk yang cenderung negative . dan itu bisa saja akan menjadi bibit dari perilaku berbahaya lainnya.
c.   Menjalin hubungan dengan lawan jenis
terkadang , sebagai dambak dari berubahnya keadaan fisik , remaja mengalami kecanggungan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenisnya. yang wanita merasa minder dekat dengan laki – laki karena menganggap dirinya jelek dan tak menarik perhatian . begitupun laki – laki merasa bentuk fisik dan mukanya tak segagah dan setampan laki – laki yang biasa didambakan  oleh para wanita secara umum. selain masalah fisik masalah perbedaan pandangan prinsip atau kebiasaan juga bisa menjadi penghambat jalinan hubungan antara remaja laki – laki dan wanita .
        tugas perkembangan ini harus kamu lewati dengan mulus, sebagai remaja laki – laki atau wanita, kamu memang perlu belajar beradaptasi lagi saat akan melakukan hubungan dengan lawan jenis kamu . karena kondisi ini sangat berbeda dengan masa anak  - anak dulu yang cenderung cuek dan masa bodoh . kini seiring dengan bertambahnya  kompleksnya perubahan dalam diri kamu , secara fisik dan mental , maka lawan jenis kamu pun mengalami hal yang sama . pengertian hubungan ini bukan berarti “ pacaran “ tapi berhubungan umum yang biasa halnya, saling menghormati dan mendukung sebagai sesama remaja  yang sedang bertumbuh .
d.  Mengetahui kemampuan sendiri
mengetahui kemampuan sendiri adalah tugas perkembangan penting yang harus kamu lakukan. sampai saat ini , kamu perlu mengajukan pertanyaan berikut pada diri kamu sendiri dan berupaya mencari jawabannya “ apa kelebihan dari saya dan bagaimana saya mengoptimalkan kelebihan tersebut  ?”
        kalau selama masa anak – anak dulu kita cenderung bersifat egois dengan memuaskan semua keinginan kita , sekrang sebagai remaja kita mulai memikirkan tanggung jawab kita terhadap hidup yang sedang dan akan kita jalani . bahwa hidup perlu di perjuangkan dengan sungguh - sungguh  karena persaingan semakin ketat . bekal untuk itu adalah dengan mengetahui kemampuan kamu sesungguhnya . mungkin saja kamu sudah mengetahui kemampuan kamu , tapi masih merasa belum yakin . mengetahui  kemampuan diri bisa dilakukan dengan banyak cara. kamu bisa mem- flash back prestasi – prestasi yang pernah kamu ukir sejak masa anak – anak dulu . mungkin kamu mahir dalam akademik, selalu mendapat ranking sepuluh besar , atau berbakat dalam bidang seni karena kamu pintar menyanyi dan memainkan gitar , atau berminat pada bidang tulis – menulis karena kamu saat menulis kamu dengan lancer menjelaskan isi pikiran di hati kamu.
        buatlah daftar – daftar kemampuan atau prestasimu yang pernah kamu ukir , lalu amatilah beberapa kali daftar itu dan renungkan lah beberapa  dari daftar itu yang benar – benar sesuai dengan jiwa dan karakter kamu . salah satu tanda bahwa sebuah kemampuan cocok dengan mu adalah bila kamu merasa nyaman dan menikmati kemampuan itu . kemampuan tersebut menjadi bagian dari diri kamu . selagi masihmuda buatlah banyak prestasi dan kumpulkan sebanyak mungkin potensi dan wujudkan kemampuan yang nyata.
e.   Mengembangkan perilaku sosial yang bertanggung jawab
perilaku sosial adalah perilaku dimana remaja melibatkan diri dalam lingkungan sosial dan belajar bertanggung jawab .aktifdalam karang taruna , remaja masjid, ataupun organisasi sekolah , adalah perilaku sosial yang dapat melatih kepribadian dan kepemimpinan. dalam organisasi sosial ini pula kamu belajar bertanggung jawab terhadap tugas – tugas  yang di emban membawa amanah buat kepentingan orang banyak . kamu juga belajar untuk mengenal nilai – nilai norma umum yang berlaku di masyarakat umum dimana norma – norma itu disusun hampir sebagian besar atas penilaian orang dewasa . dengan demikian kamu pun belajar beradaptasi dengan norma –norma masyarakat tersebut .