MENDALAMI MASA REMAJA
1.
Konflik – konflik yang di sering dialami Remaja
Dalam melaksanakan tugas
perkembangannya , tidak semua remaja sukses dan lancar menyelesaikannya hingga
tuntas . ada saja hambatan – hambatan yang menghalangi remaja menjalankan tugas
perkembangan hingga mencapai kematangan . Hambatan itu diantaranya adalah
munculnya konflik yang bersifata internal yang berkecamuk di dalam pribadi
remaja itu sendiri , maupun konflik eksternal dengan pihak lain seperti
keluarga, guru , teman sebaya atau dengan orang dewasa lainnya .
A.
konflik dengan keluarga
konflik dengan keluarga mungkin konflik umum yang sering terjadi
pada remaja . beberapa penyebabnya adalah :
1.
perbedaan standar perilaku
konflik muncul saat remaja beranggapan bahwa standar perilaku yang
ditetapkan oleh kedua orang tuanya saat ini sudah tidak relevan lagi dengan
standar perilaku dirinya . standar perilaku itu bisa berbentuk oenentuan jam
belajar , bagaimana memilih teman , cara berpakaian , samapai pada music yang
didengar. “Mama sudah kuno”, “papa ketinggalan jaman “, adalah kata yang sering
terlontar dari mulut remaja . itu adalah gambaran dari perbedaan standar
perilaku tersebut .
konflik itu semakin
meruncing bila orang tua juga kurang bijaksana dalam memahami perubahan yang
terjadi .Bahwa jaman sekarang sudah berbeda dengan jaman orang tua dulu waktu
masih muda. pemaksaan perilaku yang diterapkan orang tua akan diterima dengan
defensive oleh remaja .
2.
Metode Disiplin
penerapan metode disiplin adalah bagian dari standar perilaku yang
diterapkan orang tua pada remaja . secara umum , metode disiplin yang biasa
dijalankan para orang tua terbagi menjadi 3 pola yaitu : otoriter (keras),
Permisif (lemah), dan demokratis yang memiliki banyak pilihan . Dari ketiga
pola ini demokratis adalah pilihan yang terbaik karena memberikan banyak
pilihan dan alternative kebijakan pada remaja maupun orang tua. demokratis
tetap memberikan aturan walau juga menyediakan ruangan toleransi dengan alasan
– alasan jelas dan bertanggung jawab . poladisiplin demokratis mendidik remaja menjadi
lebih bertanggung jawab dan berani menerima resiko. Walau demikian , bukan
berarti pola permisif dan otoriter tidak diperlukan . keduanya diperlukan
tatkala waktu dan kondisinya memang membutuhkan . ada remaja yang pada waktu –
waktu tertentu perlu dididik secara permisif . pada prinsipnya , penerapan pola
disiplin ini sebaiknya disesuaikan dengan karakter remaja .
konflik muncul jika
penerapan suatu metode tidak sesuai dengan apa yang di inginkan remaja . Remaja
menginginkan kebebasan , sebaliknya orang tua masih menganggap remajanya ini
masih seperti anak kecil yang harus selalu dilindungi . bila dua kepentingan
ini dari remaja dan orang tua tidak bertemu , maka remaja pun akan melakukan
pemberontakan , secara langsung ataupun diam – diam , kembali kepada karakter
remajanya . berdialog dan lesediaan orang tua untuk mendengarkan harapan
anaknya yang sedang remaja adalah solusi yang terbaik untuk menyelesaikan
konflik ini. SEbaliknya, sebagai remaja kamu juga perlu belajar untuk tidak
memaksakan kehendak serta biasakan untuk berfikir mencari cara bagaimana
membuka dialog dengan orang tua.
3.
Pemberia hukuman yang kurang
proporsional
pada remaja yang keluarganya
menerapkan pola asuh otoriter , ketegasan dan kekerasan menjadi cirri utamanya
. Tak jarang pemberian hukuman pun dilakukan sebagai upaya member efek jera
padakesalahan dan pelanggaran disiplin dalam aturan keluarga. Bagi remaja ,
penerapan hukuman yang diterimanya di masa anak – anak dulu sudah tidak
prosporsional lagi untuk dirinya saat ini . Remaja merasa sudah bukan anak –
anak lagi sehingga pemberian hukuman tak pantas ia terima, walaupun dirinya
melanggar peraturan keluarga. prostes atas hukuman yang di terima anak dari
orang tuanya, akan memunculkan konflik antara anak dengan orang tuanya .
B.
Konflik dengan sodara Kandung
ketika anak – anak , mungkin kamu sering bertengkar dengan kakak
atau adik mu . Pertengkaran itu berawal Dari hal – hal yang sepele seperti
rebutan mainan atau karena diusili oleh kakak atau adik . kini di saat remaja,
pertengkaran itu bisa kembali berlanjut dengan skala dan bentuk yang berbeda.
kamu bisa bertengkar dengan kakk atau adik mu karena merasa diperlakukan tidak
adil . Kamu merasa bahwa orangtuamu lebih sayang dan lebih perhatian pada kakak
dan adik mu daripada dirimu. atau seperti pada saat pertengkaran muncul karena
memperebutkan fasilitas yang ada seperti motor, computer, atau mobil.
Hampir sama dengan cara
menghadapi konflik dengan orang tua , kamu perlu belajar menahan diri
menghadapi konflik ini . perasaan mendapat perlakuan yang berbeda dari orang
tua perlu diteliti lebih dalam lagi apakah itu obyaktif atau sekedar rasa iri
saja, karena bagaimanapun orang tua pasti akan selalu sayang pada semua anaknya
tanpa membeda – bedakan . selanjutnya , kamu juga perlu melakukan dialog yang
terbuka dan hangat dengan kakak atau adikmu . yakinlah bahwa ikatan
persaudaraan kandung kalian jauh lebih penting dari konflik – konflik yang
muncul diantara kalian . konflik akan mudah terselesaikan bial kalian mengingat
persamaan ini, sebagai sesame saudara kandung yang mempunyai tugas sama ,yaitu membina
keharmonisan keluarga.
C.
merasa menjadi Korban
pergaulan sosial lebih sering menuntut remaja untuk bisa beradaptasi
dengan lingkungan dimana dan dengan siapa ia bergaul . kecenderungan remaj akan
memilih lingkungan dengan tingkat sosial ekonomi yang lebih tinggi atau paling
tidak setara dengan tingkat sosial ekonomi keluarganya. hal ini mengakibatkan
timbulnya perasaan bahwa dirinya pun harus memiliki fasilitas – fasilitas yang setara dengan temannya. BIla temannya
ada yang mempunayi motor , pakaian bagus, alat musik atau bahkan mobil – meskipun
milik orang tuanya - maka ia pun ingin
memilikinya .
keinginan ini mungkin
tidak terlalu bermasalah bagi remaja yang berasal dari keluarga mampu, namun
bagi remaja yang kurang mampu, remaja itu mearsa menjadi korban dari
ketidakmampuan orang tua nya. Bila remaja tersebut merasa bahwa keinginannya
harus terpenuhi, maka besar kemungkinan ia akan banyak meminta (merengek)
kepada orang tuanya. Permintaan inilah yang akhirnya akan menimbulkan konflik
dan pertentangan baru antara orang tua dan remaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar